寿司The Sushi Directory
Panduan · Halal

Apakah sushi halal? Yang perlu dicek sebelum makan

Nigiri salmon dan roll dengan kecap asin
Foto: Andraz Lazic di Unsplash

Ikan dan makanan laut umumnya diterima sebagai halal, jadi sashimi polos biasanya bukan masalah. Yang perlu diperhatikan adalah bahan yang menyertai ikannya. Panduan ini menjelaskan di mana alkohol dan daging tidak halal bisa muncul dalam sushi, dan cara memeriksanya. Ini informasi praktis, bukan fatwa: ikuti panduan ulama dan lembaga sertifikasi yang Anda percaya.

Di mana alkohol bisa muncul

Daging dan kontaminasi silang

Roll dan hidangan panas bisa berisi daging sapi, ayam, bacon, atau kaldu babi. Daging harus dari sumber halal, dan penggorengan, panggangan, serta pisau mungkin dipakai bersama untuk bahan tidak halal.

Sertifikasi yang perlu dicari

"Tanpa babi", "tanpa lard", atau "Muslim-friendly" tidak sama dengan bersertifikat halal. Periksa nama lembaga, nomor, dan masa berlaku sertifikat; sering dipajang di kasir atau di situs restoran.

Pertanyaan untuk restoran

  1. Apakah restoran bersertifikat halal, dan dari lembaga mana?
  2. Apakah nasi, nikiri, atau saus memakai mirin atau sake? Bisakah tanpa itu?
  3. Apakah kecap asinnya bersertifikat halal?
  4. Dari mana dagingnya, dan apakah peralatan dipakai bersama?

Cara direktori ini menandai halal

Kami memberi label Halal hanya bila restoran bersertifikat atau menyatakan dengan jelas menyajikan makanan halal (di Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Oman, bila disebutkan, berdasarkan hukum setempat). Deskripsi menjelaskan dasar labelnya. Lihat daftar sushi halal di Indonesia, sushi halal di negara lain, atau aktifkan "Halal only" di direktori interaktif.