寿司The Sushi Directory
Panduan · Etika

Etika makan sushi: 12 hal yang perlu diketahui

Diperbarui Oktober 2026

Aneka nigiri di piring hitam dengan sumpit dan kecap asin
Foto: Mahmoud Fawzy di Unsplash

Restoran sushi umumnya santai, tetapi beberapa kebiasaan membuat sushi terasa lebih enak dan membuat koki senang.

Makan nigiri

  1. Sekali suap. Nigiri dibentuk untuk dimakan utuh. Kalau digigit setengah, nasinya hancur.
  2. Boleh pakai tangan. Makan nigiri dengan jari itu tradisional; sumpit juga boleh. Sashimi dimakan dengan sumpit.
  3. Celupkan sisi ikannya ke kecap asin, sedikit saja. Nasi menyerap kecap dan jadi berantakan.
  4. Jangan dicelup lagi kalau sudah diolesi. Kalau koki sudah mengoles nikiri atau tsume, makan saja seperti yang disajikan.
  5. Wasabi secukupnya. Koki yang baik sudah menaruh wasabi di antara ikan dan nasi. Mencampur wasabi ke kecap lazim di tempat santai, tetapi tidak di konter omakase.
  6. Jahe di antara suapan. Gari berfungsi menetralkan rasa, bukan topping.

Sumpit

  1. Jangan menggosok-gosok sumpit sekali pakai; itu terkesan menganggap sumpitnya murahan.
  2. Jangan menancapkan sumpit tegak di nasi atau mengoper makanan dari sumpit ke sumpit. Keduanya mengingatkan pada upacara pemakaman di Jepang.
  3. Letakkan sumpit di tatakan sumpit, atau melintang di atas piring kecap, di antara suapan.

Di konter

  1. Pesan atau bertanya dengan suara biasa, dan hindari parfum menyengat karena bersaing dengan aroma ikan.
  2. Makan setiap potong segera setelah disajikan, dan minta izin sebelum memotret.

Sushi conveyor belt (kaiten)

  1. Ambil piring dari conveyor belt dan jangan dikembalikan. Warna piring menunjukkan harga; staf menghitungnya di akhir, atau Anda bisa memesan sushi baru lewat tablet. Cari restoran kaiten dengan filter "Kaiten" di direktori.

Untuk yang mencari halal: tanyakan soal mirin dan sake di restoran tanpa sertifikat. Baru mengenal menu? Lihat jenis-jenis sushi atau panduan omakase pertama.